Rabu, 21 Maret 2018
TEMAN SEPERJUANGAN KKN
Pada 17 Januari 2018 sampai dengan 14 Februari 2018 lebih tepatnya 28 hari saya menginjakan kaki di Desa Wonoayu Kecamatan Wajak untuk melaksanakan KKN. Pada awalnya saya mengira KKN akan sangat tidak bersahabat, akan tetapi dengan adanya teman seperjuangan KKN 12 ini saya banyak belajar banyak dari mereka. Untuk KKN 12 ini saya berkawan dengan 31 mahasiswa yang berbeda jurursan dan dengan watak dan peringai yang berbeda.
Desa Wonoayu merupakan desa dengan penduduk yang sangat murah hati dan desa yang sangat menyejukan mata. Masyarakat Desa Wonoayu terdiri dari masyarakat yang pekerja keras dengan pekerjaan utama mereka rata-rata adalah petani dan penambang. Untuk petani biasanya mereka bertani jagung dan sayuran, sedangkan penambang yaitu menambang pasir untuk dijual kepada pengepul pasir.
Dan di Desa Wonoayu terdapat stadion yang akan segera diresmikan oleh para perangkat desa tersebut. Pemandangan di Desa Wonoayu sangatlah indah. Dengan banyaknya sawah membentang, membuat saya menjadi sangat menyukai keindahan pemandangan desa ini. Selain pemandangannya yang menyejukan ini, Desa Wonoayu juga termasuk desa yang maju diantara desa lain didaerah kecamatan Wajak. Hampir sebulan didesa ini membuat saya menyadari bahwa kesederhanaan masyarakat didesa ini akan membuat desa ini menjadi lebih sempurna.
Proker yang kelompok kami lakukan di Desa Wonoayu sudah terlaksana semua sesuai dengan yang kami inginkan. Salah satu proker utama kelompok KKN 12 adalah pembuatan Bank Sampah. Semoga dengan adanya Bank Sampah ini, Desa Wonoayu bisa menabung sampah mereka disini dan tidak membakar sampah dengan sembarangan yang dapat mengakibatkan polusi udara disana. Sedangkan Desa Wonoayu sangatlah bersih dan segar, sangat disayangkan apabila terkena asap polusi pembakaran sampah.
Selain pembangunan Bank Sampah, Kelompok KKN 12 juga melaksanakan Baksos Pengobatan Gratis untuk Lansia. Pada saat pelaksanaan baksos, kami banyak mendapat antusias dari Lansia. Dan dari baksos ini saya menyadari bahwa kesehatan itu sangatlah susah dijaga. Dengan melihat keadaan para Lansia yang sangat bersemangat untuk mengikuti baksos ini membuat saya sangat terharu dengan semangat mereka.
Banyak pelajaran yang saya dapatkan selaku Divisi Humas di KKN 12 ini. Mulai dari susahnya mencari sponsor dan media partner. Tetapi berkat bantuan dari teman-teman Divisi Humas dan Divisi lainnya sudah membantu saya membuatnya menjadi lebih ringan. Kebersamaan KKN 12 sangatlah indah, dengan berbedanya kepribadian masing-masing orang membuat saya belajar banyak hal.
Tetapi ada beberapa hambatan yang saya lalui selama berada di Desa Wonoayu. Salah satu hambatan tersebut adalah susah untuk mandi dan mencari kamar mandi yang tersedia air. Ada beberapa kamar mandi yang terisi air penuh dengan bak air yang sangat besar, tetapi didalam bak air tersebut terdapat ikan yang tinggal didalammnya. Fungsi dari ikan tersebut adalah untuk memakan apabila terdapat jentik nyamuk yang bersarang di bak air. Dengan adanya kejadian seperti ini membuat saya sadar bahwa air bersih sangatlah penting untuk kesehatan dan kebersihan.
Rabu, 07 Maret 2018
Salah Sebut Gelar Nama Seorang Petinggi
Assalamualaikum...
Jadi saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman saya dalam berbahasa. Ya bisa disebut pengalaman yang memalukan...
Pada saat KKN kemarin, tepatnya pada bulan February saya berkesempatan melakukan KKN disebuah desa di Kec. Wajak Kab. Malang tepatnya di Desa Wonoayu. Saya melakukan sebuah proker yaitu mengadakan acara seminar BPJS kepada masyarakat sekitar desa. Dan kebetulan saya ditempatkan sebagai mc di acara seminar ini.
Dan berlangsunglah acara yang telah kami rencakan dengan matang, acara sangat berlangsung lancar. Tetapi..... pada saat acara sambutan-sambutan oleh perangkat desa sekitar, saya melakukan kesalahan yang lumayan fatal dan sangat memalukan untuk saya. Yaaa... saya keliru menyebutkan gelar Ketua Desa Wonoayu. Seketika semua orang yang ada di acara seminar BPJS pun langsung terdiam. Saya tidak mengerti apa kesalahan saya dan akhirnya rekan mc saya memberitahu bahwa saya salah menyebutkan gelar Kepala Desa Wonoayu. Sontak sayapun langsung malu dan merasa bersalah. Dan sayapun menjadi salah tingkah bahkan gemetaran karna tidak enak dengan Ibu Kepala Desa Wonoayu tersebut.
Lalu setelah itu saya menjadi kurang fokus dalam memimpin acara seminar BPJS tersebut dikarnakan hal memalukan itu tersebut. Tetapi berkat bantuan dari rekan mc saya, dia bisa mencairkan suasana yang agak tegang akibat kesalahan saya tersebut.
Menurut saya yang membuat saya mengalami kesalahan ini adalah dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana cara membacakan gelar yang benar dan juga kurangnya latihan dan fokus dalam acara seminar ini. Dengan adanya kesalahan saya ini diharapakan untuk saya tidak mengulang kesalahan yang sama lagi.
Andaikan saja saya bisa memutar waktu disaat saya salah menyebutkan gelar nama Ibu Kepala Desa Wonoayu, saya akan memanfaatkan waktu tersebut untuk lebih memahami cara pembacaan gelar yang baik dan benar.
Yapppp... sekian pengalaman “memalukan” saya hehehe
Wasalamyalaikum...
Langganan:
Komentar (Atom)